Saturday, July 10, 2010

Karakteristik Unik dari Industri Perminyakan


Industri perminyakan di Indonesia sejak lama sudah menjadi salah satu tulang punggung penerimaan negara. Minyak diidentikan dengan uang, hal ini tidak lain dan tidak bukan salah satunya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara supply & demand, maka beruntunglah bagi negara-negara yang memiliki sumberdaya ini, seperti Indonesia.

Ada salah satu peribahasa berbunyi: "Ada gula ada semut", maka tidak heran apabila banyak pemodal yang ingin bermain di bisnis ini. Namun, bisnis perminyakan memiliki karakter yang berbeda dari industri-industri lainnya terutama dari segi biaya dan penerimaan. Karakteristik unik dari bisnis perminyakan antara lain:

1. Skala besar
Besar disini berhubungan dengan modal yang dibutuhkan. Di industri ini "we're talking about million or billion dollars" jadi memang hanya pemain-pemain tertentu yang dapat masuk ke dalam bisnis ini.
Sebagai contoh, untuk melakukan pengeboran sumur offshore biaya yang dibutuhkan berkisar antara 20-100 juta USD bergantung pada lokasi dan tingkat kedalamannya.

2. Risiko inheren

Investasi yang besar dibisnis ini tidak memberikan kepastian adanya suatu penerimaan, hal ini dihubungkan dengan adanya risiko menemukan atau tidak menemukan cadangan minyak yang bernilai ekonomis. Apabila mereka gagal menemukan cadangan minyak, mereka akan kehilangan investasi yang telah ditanamkan. Sebagai contoh, di laut utara kemungkinan menemukan cadangan minyak baru yang bernilai ekonomis adalah 1:7.



3. Gap waktu
Pada bisnis ini biaya yang dikeluarkan di awal sangat besar, namun untuk sampai dapat menerima penghasilan dari investasinya biasanya dibutuhkan waktu yang cukup panjang. Hal tersebut biasanya didasari pada:
- Waktu yang dibutuhkan untuk menemukan cadangan minyak yang bernilai ekonomis
- Industri ini membutuhkan kerjasama dengan pemerintah yang bersangkutan, dimana ada proses-proses yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memulai bisnis
Sebagai contoh, perusahaan Mobil menemukan lapangan minyak di Hibernia, Kanada tahun 1975, namun mereka baru mendapat persetujuan dari pemerintah setempat tahun 1990


4. Biaya tidak berhubungan lurus dengan penerimaan

Prinsip "matching cost" di Akuntansi sulit untuk diaplikasikan di bisnis ini. Suatu perusahaan mungkin telah mengeluarkan biaya yang sangat besar, namun mungkin tidak mendapatkan cadangan minyak sehingga tidak akan mendapatkan penerimaan apapun ataupun sebaliknya. Selain itu, penerimaan sangat digantungkan kepada umur ekonomis dari suatu sumur, dimana setelah mencapai titik peak produksi, secara perlahan jumlah produksi akan turun.


Referensi:
Exploration & Production Accounting - Level 1, MDT International Ltd 2009.